Jumat, 8 Mei 2009
Upaya Memberi Layanan Terbaik

Setetes darah Anda berarti hidup bagi orang lain. Slogan tersebut bukanlah
sebuah slogan belaka. Kebutuhan darah bagi orang yang membutuhkan hanya dapat diatasi dengan darah pula. Karena sampai saat ini tak ada satupun obat yang dapat menjadi penggati darah.Salah satu tugas yang diberikan kepada PMI adalah transfusi darah, mulai dari menerima, mengelola, sampai mendistribusikan darah dari dan untuk masyarakat. Untuk tugas ini, PMI DKi Jakarta membentuk satu unit, yaitu Unit Transfusi Darah Daerah (UTDD) PMI DKI Jakarta.
|

PMI DKI Jakarta yang berada dipusat pemerintahan dan ibukota negera, diharapkan dapat memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat dan dapat menjadi barometer bagi daerah lainnya. UTDD PMI DKI Jakarta sekarang ini, memang dapat dijadikan contoh bagi UTDD PMI daerah lainnya. Hal ini tampak dari barbagai kinerjanya, antara lain ketersediaan stok darah yang dapat terus terjaga dengan baik.
|
“Ketersediaan stok darah dibandingkan dengan daerah lainnya,”  kata dr. Ismet Sanusi selaku Kepala UTDD PMI DKI Jakarta. Dikatakan, kebutuhan darah setiap tahun untuk masyarakat Jakarta sekitar 420 ribu kantong. Sedang ketersediaan darah di UTDD PMI DKI Jakarta mencapai 600 ribu kantong. “Jadi masih ada surplus 180 ribu kantong,” ucap dr. Ismet. Selain itu, dalam mengatasi musim paceklik darah atau kekurangan stok darah pada periode tertentu yang terjadi di seluruh UTDD / UTDC PMI di Indonesia, upaya PMI Jakarta dalam mengatasi masalah ini dapat dijadikan contoh UTDD PMI Daerah lainnya. Upaya yang dilakukan PMI DKI Jakarta, antara lain : mansosialisasikan fatwa Majwlis Ulama Indonesia yang menyatakan bahwa donor darah di Bulam Puasa tidak membatalkan puasa. PMI juga bekerjasama dengan instansi lintas sektoral, gereja, sekolah Kristen, Yayasan keagamaan, dengan PT Jakarta Sinar Intertrade / ITC, TNI, dan lainnya agar dapat mengadakan aksi social donor darah pada saat UTDD PMI DKI Jakarta kekurangan darah. Ditambahkan, partisipasi masyarakat untuk mengatasi kekurangan darah ini juga sangat tinggi. Hal ini terlihat, ketika ada pemberitaan yang gencar dari mass media tentang kekuranagn darah di PMI DKI Jakarta, masyarakat baik perorangan maupun secara institusi berbondong-bondong melakukan donor darah. Tentu saja, upayayang dlakukan PMI DKI Jakarta disertai dengan persiapan SDM, sarana dan prasarana yang mumpuni dan handal. “Untuk meningkatkan kualitaS SDM, DKI Jakarta memberikan pendidikan serta mengikutsertakan SDM pada seminar-seminar mengenai transfuse darah,”kata dr. Ismet. Karena itu, lanjutnya, bentuk pengembangan SDM dan pelayanan terbaik PMI DKI Jakartadapat lebih meningkat. Sebai bukti bahwa UTDD PMI DKI Jakarta mempunyai SDM yang berkualitas, tambah dr. Ismet, tidak sedikit karyawan UTDD PMI DKI Jakarta diminta oleh2 instansi lain untuk bertugas di klinik dan rumah sakit. “Banyaknya permintaan rumah sakit dan klinik terhadap SDM UTDD PMI DKI Jakarta ini membuktikan bahwa SDM yang dimiliki PMI DKI Jakarta sangat mumpuni,” tandas dr. Ismet. Sementara itu, dr.Yudiartini, Kabag Pengamanan, Pemrosesan, dan Pelayanann UTDD PMI DKI Jakarta mengatakan, saat iniUTDD PMI DKI Jakarta cukup mempunyaisarana dan prasarana yang handal guna menunjang kinerjanya.
Ditemui bersama dengan dr. Ismet Sanusi,dr. Yudiartini menjelaskan, alat-alat yang dipergunakan UTDD PMI DKI Jakarta selalu di checkoleh sebuah lembaga independent internasioanal yang berpusat di Bangkok, Thailand. “Setiap tahun UTDD PMI DKI Jakarta selalu disurvey. Alhamdulilah, hasilnya selaludapat nilai excellent,” tutur dr. Yudiartini. Menyangkut masih adanya komplain negative tentang kinerja UTDD PMI DKI Jakarta dalam melayani masyarakat. Dr. Ismet Sanusi memahami komplain tersebut dengan bijaksana. “Secara periodic kita menyebarkan koisioner terhadap masyarakat. Dari hasil koesioner tersebut kita mempunyai input apa yang diinginkan masyarakat,” katanya. Dr. Yudiartini menambahakan, sewaktu ada input dagar petugas bagian transfusi darah dan petugas loket yang menyerahkan darah lebih ramah dalam memebrikan pelayanan, PMI DKI Jakarta langsung menindaklajuti dengan memberi masukan, briefing dan pelatihan bagaimana seharusnya melayani masyarakat. “Jadi, input yang masuk dan positif bagi peningkatan layanan masyarakat, lansung kami tindaklanjuti,” ucapnya. Dr. Ismet Sanusi berharap agar masyarakat juga jujur dalam melakukan penilaian terhadap kinerja UTDD PMI DKI Jakarta. “Jangan hanya memberikan penilaian negative tapi tidak tahhu apa yang menjadi penilaian negative tersebut”. “Dengan memberikan penilaian yang jujur ini, diharapkan dapat memotivasi kinerja PMI DKI Jakarta untuk bekerja lebih baik lagi,” kata dr. Ismet. Menyinggung program UTDD PMI DKI Jakarta, dr. Ismet dan dr. Yudiartini erjanji akan terus berupaya membenahi, memperbaikai, dan meningkatkan kinerjanya. Selain, itu tambah dr. Ismet, faktor sosialisasi akan terus dilakukan secara luas. Sosialisasi tentang masalah yang belum dimengerti masyarakat, seperti pemrosessan darah, akan menjadi prioritas dalam program ini. “Banyak masyarakat yang belum tahu bahwa untuk menghasilkan darah yang aman dibutuhkan waktu sekurangnya 8 sampai 10 jam,” ucap dr. Ismet. Karena belum mengerti, lanjutnya, banyak masyarakat yang menuding bahwa PMI lambat dalam memberikan darah yang dibutuhkan masyarakat,” ungkap dr. Yudiartini. Ada juga masyarakat, Lanjutnya, yang belum mengetahui bahwa PMI tidak menjualbelikan darah kepada masyarakat. “Biaya yang dikeluarkan untuk masyarakat yang membutuhkan darah sebesar Rp 75.000,- untuk RS Pemerintah dan Rp 200.000,- per kantong darah untuk RS Swasta merupakan biaya service cost atau biaya pengganti pemprosesan darah.
Besarnya biaya ini ditentukan melalui SK Gubernur DKI Jakarta. Maka itu, dr. Ismet menambahkan, dengan adanya sosialisasi diharapkan pandangan yang salah terhadap kinerja UTDD PMI DKI Jakarta dapat berangsur hilang. “Faktor sosialisasi menjadi sangat penting menyadarkan masyarakat akan kinerja UTDD PMI DKI Jakarta,” tandasnya. Selain sosialisasi mengenai kinerja, sosialisasi mengenai pentingnya berdonor juga akan terus ditingkatkan. Hal penting, karena kebutuhan darah bagi masyarakat terus meningkat dan diperlukan pula pendonor darah sukarela dan lestari. “Kami berharap semakin banyak masyarakat Jakarta yang tumbuh kesadarannya untuk manjadi pendonor darah sukarela dan lestari. Maka itu, mari nyatakan rasa kasih saying terhadap orang lain dengan menyumbangkan darah anda.” Himbau dr.Ismet
Berita Lainnya :
PMI DKI Jakarta, Optimalkan Peran Serta Masyarakat
[
selengkapnya]
62 Tahun Palang Merah Indonesia \\\\
[
selengkapnya]
STOK DARAH
| Gol |
Jenis Komponen Darah |
|
WB |
TC |
FFP |
RCC |
LP |
AHF |
| A |
0
|
57
|
1140
|
327
|
219
|
1562
|
| B |
166
|
51
|
833
|
692
|
159
|
2543
|
| AB |
1
|
23
|
257
|
108
|
24
|
222
|
| O |
46
|
91
|
474
|
449
|
249
|
992
|
Update 23 Agust 2010
ONLINE REGISTRASI
Silakan memanfaatkan layanan online PMI Jakarta
SUMBANGAN KEMANUSIAAN
CIMB Niaga Cabang Slipi
A/C : 237.01.00.14000.4
a/n. PMI DKI JAKARTA
SMS PENGADUAN
PMI DKI
0816 764 354
EMAIL PENGADUAN
LINK - LINK